Jumat, 17 Mei 2013

Sketsa Hitam Putih Karya Pak Raden



“Siapapun berhak untuk mendongeng. Bagi anak, suara ibu adalah suara terindah dalam mendongeng. Tanpa berlatih vokal, suara ibu bisa mempunyai ikatan batin.” – Drs. Suyadi (Pak Raden)

Jakarta – Hampir dua minggu karya-karya sketsa dari Drs. Suyadi, atau yang lebih dikenal dengan nama Pak Raden, memamerkan karya-karyanya di Bentara Budaya Jakarta. Pameran yang berlangsung dari tanggal 25 April sampai 5 Mei 2013 itu mempertunjukkan karya-karya yang lama tersimpan di rumah Drs. Suyadi. Selama berpuluh tahun karya-karya tersebut tersimpan begitu saja sebelum ditemukan oleh Prasodjo Chusnanto. Beliau tertarik dengan sketsa yang dibuat Drs. Suyadi selama di Paris dalam kurun waktu 1961 sampai 1964. Selama hampir dua tahun proses restorasi dan menggambar ulang secara manual dilakukan oleh Drs. Suyadi, agar sketsa-sketsa tersebut dapat dipamerkan. Sketsa-sketsa hitam putih tersebut banyak sekali menceritakan kejadian sehari-hari yang dialaminya selama di Paris.

Dalam pameran kali ini, Drs. Suyadi ingin memberitahukan kepada khalayak umum bahwa dirinya bukan sekadar Pak Raden yang jadi pemeran dalam film Si Unyil. Beliau ingin juga dikenal sebagai seorang seniman yang pada awalnya masuk seni rupa dengan cita-cita menjadi pelukis ternama seperti Rembrant dan Picasso. Namun seiring perjalanannya ternyata Drs. Suyadi tetap lekat dengan tokoh Pak Raden dalam serial Si Unyil. Mungkin memang Drs. Suyadi sangat pas dan cocok dengan imej Pak Raden.
Dalam pameran Noir et Blanc ini diadakan juga workshop menggambar sambil mendongeng. Workshop ini gratis untuk 30 orang pendaftar yang dikhususkan kepada tenaga pengajar seni rupa, guru seni rupa, guru menggambar, dosen animasi, dosen DKV, dan guru TK. Tujuan dari workshop ini adalah bagaimana seorang pengajar, guru maupun dosen mampu bercerita atau mendongeng sambil menggambar. Menurut Drs. Suyadi, mendongeng pun jangan terus terpaku pada visualisasinya namun bagaimana cara membawakan isi cerita dengan improvisasi, sehingga yang mendengarkan tidak merasa bosan. Workshop menggambar sambil mendongeng ini dipersembahkan oleh Komunitas Gambar Selaw (GALAW) dengan durasi waktu tiga jam.

Di acara penutupan diadakan juga lelang karya peserta workshop dan lelang sketsa karya Pak Raden yang dipamerkan. Kaos dan poster pameran juga bisa didapatkan karena dijual secara eksklusif. Bahkan menurut Drs. Suyadi, sudah ada 10 karya yang dipesan oleh pihak kedutaan Perancis untuk dibawa dan disimpan di salah satu museum di Perancis. Tentunya ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi dirinya dan bangsa Indonesia yang selayaknya mengapresiasi setiap kerja keras para seniman.


Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar